Istilah Fotografi Umum Yang Perlu Diketahui Semua Pemula

johnsadowski – Menekuni fotografi digital nampak semacam kewajiban yang sulit—terutama ketika Kamu dihadapkan dengan seluruh berbagai jargon teknis yang membuat Kamu tidak ketahui apa- apa serta mau mencari kamus. Ataupun lebih kurang baik lagi, membuat Kamu berupaya menarangkan apa yang baru saja Kamu pelajari dengan memakai frasa semacam” lubang yang Kamu amati” ataupun” tombol yang Kamu tekan buat mengutip lukisan.” Menguasai istilah biasa photography, arti, serta istilah merupakan tahap pertama yang berarti buat tingkatkan keahlian Kamu sebagai fotografer pendatang baru. Baik Kamu memfoto dengan kamera digital awal Kamu ataupun mau menekuni istilah yang lebih kompleks semacam chromatic aberration, f- number, ataupun pemeriksaan lukisan, baca lalu buat mengenali gimana Kamu harus mengganti perspektif( ataupun aspek penglihatan!) dikala mendekati fotografi digital ataupun fotografi iso.

Istilah Fotografi Umum Yang Perlu Diketahui Semua Pemula – Lagi pula, panduan dan kelas cara yang bagus untuk meningkatkan kualitas gambar atau kedalaman bidang penuh dengan istilah dan konsep baru. Meskipun ada ratusan istilah yang terkait dengan fotografi, pemula harus menambahkan 25 istilah ini ke dalam kosakata mereka untuk mendapatkan awal yang baik dalam menguasai dasar-dasarnya. Berbicara tentang dasar-dasar, Anda dapat melihat seri Fundamentals of Photography tahunan kami, yang diajarkan oleh John Greengo.

Istilah Fotografi Umum Yang Perlu Diketahui Semua Pemula

Istilah Fotografi Umum Yang Perlu Diketahui Semua Pemula

Dan sekarang, tentang istilah dan definisi fotografi umum yang perlu diketahui semua fotografer pemula:

– Shutter Speed
Kecepatan rana adalah bagian dari kamera yang membuka dan menutup untuk membiarkan cahaya masuk dan mengambil gambar. Kecepatan rana adalah berapa lama rana tetap terbuka, ditulis dalam detik atau sepersekian detik, seperti 1/200 d. atau 1″, dengan simbol ” yang sering digunakan untuk menunjukkan satu detik penuh. Semakin lama rana tetap terbuka, semakin banyak cahaya yang masuk. Tapi, apa pun yang bergerak saat rana terbuka akan menjadi buram, dan jika seluruh kamera bergerak saat rana terbuka, seluruh gambar akan buram itulah sebabnya tripod diperlukan untuk kecepatan rana yang lebih lama.

– White Balance
Mata Anda secara otomatis menyesuaikan dengan sumber cahaya yang berbeda, tetapi kamera tidak dapat melakukannya—itulah sebabnya terkadang Anda mengambil gambar dan terlihat sangat biru atau sangat kuning. Menggunakan pengaturan white balance yang tepat akan membuat apa yang putih di kehidupan nyata benar-benar tampak putih di foto. Ada pengaturan white balance otomatis, tetapi seperti pengaturan otomatis lainnya, itu tidak selalu akurat. Anda dapat menggunakan preset berdasarkan cahaya apa yang Anda bidik seperti matahari atau bola lampu tungsten, atau Anda dapat mengambil gambar objek putih dan mengatur white balance secara manual.

– Focus
Saat mata Anda fokus pada objek yang dekat dengan Anda, objek yang jauh akan tampak buram. Istilah fotografi umum “fokus” memiliki arti yang sama. Sesuatu yang dalam fokus tajam, sedangkan objek yang tidak fokus tidak tajam. Area fokus yang berbeda menentukan apakah kamera memfokuskan pada beberapa titik atau satu titik yang dipilih pengguna.

Baca Juga : Situs Fotografi Yang Dapat Anda Gunakan Agar Handal Dalam Fotografi

– Manual
Bentuk buku petunjuk membolehkan fotografer buat mengatur eksposur ternyata meminta kamera melaksanakannya dengan cara otomatis. Dengan cara buku petunjuk, Kamu memilih apertur, kecekatan rana, serta ISO, serta opsi itu mempengaruhi seberapa jelas ataupun hitam lukisan itu. Bentuk semi- manual melingkupi prioritas apertur( di mana Kamu cuma memilah apertur), prioritas rana( di mana Kamu cuma memilih kecekatan rana) serta otomatis terprogram( di mana Kamu memilih campuran apertur serta kecepatan rana bersama- sama ternyata mengaturnya satu per satu). Buku petunjuk pula bisa merujuk ke fokus buku petunjuk, ataupun mementingkan diri Kamu sendiri ternyata memakai fokus otomatis.

– Metering
Menggunakan mode manual tidak semuanya menebak, pengukur cahaya yang terpasang di kamera membantu memandu keputusan tersebut, yang menunjukkan apakah kamera menganggap gambar terlalu terbuka atau kurang terbuka. Pengukuran sebenarnya didasarkan pada warna abu-abu tengah, jadi memiliki objek yang lebih terang atau lebih gelap pada gambar dapat membuat pengukuran sedikit berkurang. Mode pengukuran menunjukkan bagaimana meter membaca cahaya. Pengukuran matriks berarti kamera membaca cahaya dari seluruh pemandangan. Pengukuran pembobotan pusat hanya mempertimbangkan apa yang ada di tengah bingkai dan pengukuran titik mengukur cahaya berdasarkan di mana titik fokus Anda berada.

– Focal Length
Panjang fokus melukiskan jarak dalam mm antara lensa serta bayangan yang tercipta pada film. Ini menginformasikan sudut pandang( berapa banyak dari apa yang didapat akan dibekuk) serta pelebaran( seberapa besar keadaan akan timbul). Pada dasarnya, panjang fokus merupakan gimana memperbesar lukisan Kamu akan timbul. Misalnya, lensa 35mm Canon( ataupun Nikon ataupun Olympus) hendak membuat lukisan yang nampak lebih diperbesar dari Canon 18mm.

Baca Juga : 10 Tips Fotografi Fashion yang Bermanfaat

– Burst Mode
Kamu bisa mengutip gambar satu per satu. Ataupun, Kamu bisa mengaktifkan bentuk burst serta kamera hendak lalu mengutip gambar selama Kamu menahan tombol, ataupun hingga buffer penuh( yang ialah metode keren buat berkata kalau kamera tidak bisa mengerjakan lagi). Kecekatan burst berlainan bersumber pada kamera ataupun kamera film apa yang Kamu punya, sebagian lebih kilat dari yang lain. Seberapa kilat ditulis dalam” fps” ataupun frame( lukisan) per detik. Ini akan berikan Kamu banyak pilihan close- up mana yang pada kesimpulannya akan Kamu seleksi buat anjing Kamu!

– Aperture
Ini merupakan istilah fotografi biasa awal yang wajib Kamu pelajari. Sederhananya, aperture merupakan dimensi bukaan pada lensa. Pikirkan lensa selaku jendela jendela besar ataupun sudut luas membiarkan lebih banyak cahaya, sedangkan jendela kecil membiarkan lebih sedikit cahaya. Bukaan bukaan luas hendak membiarkan lebih banyak cahaya masuk ke lukisan buat gambar yang lebih terang, sedangkan bukaan yang lebih kecil membolehkan lebih sedikit cahaya. Bukaan diukur dalam f- stop; f- stop kecil semacam f/ 1. 8 merupakan bukaan yang luas, f- stop besar semacam f/ 22 merupakan yang amat kecil. Aperture merupakan salah satu dari 3 pengaturan kamera yang memastikan eksposur lukisan, ataupun seberapa jelas ataupun hitam itu. Bukaan pula mempengaruhi seberapa banyak lukisan terletak dalam fokus, bukaan luas menciptakan latar belakang yang halus serta tidak fokus, sedangkan bukaan kecil membuat lebih banyak lukisan tetap tajam.

– Aspect Ratio
Bila Kamu pernah mengecap lukisan tadinya, Kamu bisa jadi mencermati kalau ukuran 8 x 10 umumnya terpenggal dari lukisan aslinya. Itu sebab perbandingan pandangan. Perbandingan pandangan cumalah perbandingan tinggi kepada luas. 8 x 10 mempunyai perbandingan pandangan yang serupa dengan 4 x 5, namun lukisan 4 x 7 sedikit lebih luas. Kamu bisa mengganti perbandingan pandangan di kamera Kamu bila Kamu ketahui gimana Kamu mau mencetak lukisan Kamu, ataupun Kamu bisa memotong gambar Kamu saat Kamu mengeditnya ke perbandingan yang tepat.

– Depth of Field
Depth of field adalah istilah fotografi yang mengacu pada seberapa banyak gambar berada dalam fokus. Kamera akan fokus pada satu jarak, tetapi ada rentang jarak di depan dan di belakang titik itu yang tetap tajam yaitu depth of field. Potret sering kali memiliki latar belakang yang lembut dan tidak fokus, ini adalah kedalaman bidang yang dangkal. Lanskap, di sisi lain, sering kali memiliki lebih banyak gambar dalam fokus, ini adalah kedalaman bidang yang besar, dengan rentang jarak yang besar yang tetap tajam.

– Exposure
Eksposur adalah seberapa terang atau gelap suatu gambar. Gambar dibuat ketika sensor kamera (atau strip film) terkena cahaya dari situlah istilah itu berasal. Foto yang gelap dianggap kurang terang, atau tidak cukup terang; foto cahaya terlalu terang atau terkena terlalu banyak cahaya. Eksposur dikendalikan melalui aperture, kecepatan rana, dan ISO.